Perjalanan musim panas kini menuntut perencanaan yang jauh lebih lentur karena gelombang panas bisa datang lebih panjang dan lebih ekstrem. Wisatawan disarankan tidak lagi berpatokan hanya pada kalender libur, melainkan juga pada indeks panas dan kemampuan tubuh beradaptasi.
Menurut AP, langkah sederhana seperti memindahkan aktivitas berat ke pagi atau malam hari dan mencari jeda di ruang berpendingin dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan. Dalam jangka panjang, cuaca ekstrem akan semakin menentukan cara orang memilih waktu dan gaya liburannya.
Catatan redaksi: artikel ini ditulis ulang secara orisinal berdasarkan laporan Associated Press yang terbit pada 8 Juni 2026.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.