Pemerintah mulai menata rute konektivitas internasional alternatif untuk menurunkan ketergantungan Indonesia pada Singapura sebagai pintu utama lalu lintas internet. Agenda ini diposisikan sebagai bagian dari penguatan kedaulatan digital ketika kebutuhan data nasional meningkat tajam.
Mengacu pada laporan ANTARA, sekitar 90 persen trafik internasional Indonesia masih melewati Singapura. Pemerintah ingin pengembangan kabel laut, kabel darat, dan pusat data berjalan serempak agar layanan digital nasional lebih aman dan lebih siap menampung pertumbuhan AI serta cloud.
Catatan redaksi: artikel ini ditulis ulang secara orisinal berdasarkan laporan ANTARA yang terbit pada 9 Juni 2026.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.