Bank Indonesia mengambil langkah moneter yang lebih tegas dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen. Keputusan ini diambil ketika rupiah berada dalam tekanan dan pasar global masih bergejolak.
Menurut ANTARA, imbal hasil yang lebih tinggi diperlukan untuk mendukung stabilisasi kurs, menarik modal asing, dan menjaga ekspektasi inflasi. BI memberi sinyal bahwa stabilitas eksternal kini menjadi prioritas utama.
Catatan redaksi: artikel ini ditulis ulang secara orisinal berdasarkan laporan ANTARA yang terbit pada 9 Juni 2026.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.